Pembudidaya Lele Asal Tulung Agung

Berawal dari keinginan untuk membuka lapangan pekerjaan, Pak Parsam akhirnya mampu menghasilkan lele konsumsi sekitar 10 ton per hari bersama rekanannya sesama pembudidaya lele di Desa Gondo Suli, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulung Agung. Pemasarannya di sekitar Tulung Agung, antar kabupaten bahkan sampai ke Jakarta. “Kunci suksesnya: rajin, tekun dan pantang menyerah” Ujarnya pada saat diwawancara di pekarangan rumahnya.

Pada saat ini total luas kolam untuk budidadaya lele di Desa Gondo Suli, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulung Agung yaitu 10 Ha atau sekitar 1500 kolam. Disana terdapat 85 orang pembudidaya yang terwadahi dalam 4 kelompok pembudidaya (Subur Makmur, Mekar Sari, Mina Jaya, Ageung Rahayu) dan 1 kelompok pengolah (Berkah Lumitu). Rata-rata para pembudidaya lele minimal mengelola 30 kolam terpal ukuran (5×12) meter, baik di lahan milik sendiri, di lahan sewa atau di lahan orang lain dengan sistem bagi hasil.

Semua pembudidaya disana tidak mengandalkan bantuan dari pemerintah, karena sudah terbiasa bermitra dengan perbankan. Sehingga kualitas dari kinerjanya sangat baik untuk menghasilkan lele konsumsi atau produk olahan berbahan dasar lele. Menurut salah satu pengolah dari kelompok Berkah Lumitu, produknya disukai oleh warga mancanegara. Hal ini membuktikan, bahwa peluang di bidang pengolahan hasil perikanan masih sangat luas.

Jadi jika anda yang berminat studi banding dibidang usaha pembesaran lele, saya rekomendasikan ke Desa Gondo Suli, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulung Agung ya 😉

 

Latest Post: 02/04/12 21.04 … Laporan penulis pada saat studi banding ke lokasi.

 

 

 


Bahar Nurdini, S.St.Pi

Bahar Nurdini, S.St.Pi

Guru dan praktisi perikanan, sekaligus sebagai founder Pokdakan.com
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini!
+1
0
+1
2
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *